• (031) 5953195
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Trimaran 5

Februari 2021

Setelah sebelumnya dilakukan pengujian kapal wisata bottom glass tipe catamaran yang beritanya dapat dilihat di "Pengujian Hidrodinamika Kapal Wisata Bottom Glass Catamaran". Maka lanjutan dari rangkaian desain kapal wisata bottom glass adalah tipe trimaran. Kapal Trimaran adalah tipe kapal yang memiliki lambung berjumlah tiga, yang mana diharapkan dengan jumlah lambung yang banyak dapat meningkatkan stabilitas kapal pada saat beroperasi di perairan atau dilaut. Oleh sebab itu PT. Ben Santosa dan PT. Dumas melakukan pengujian hidrodinamika untuk mengetahui karakteristik Kapal Wisata Bottom Glass Trimaran di Balai Teknologi Hidrodinamika (BTH). Berdasarkan kontrak No.13/BPPT/BTH/HK.03.02/10/2020 antara Balai Teknologi Hidrodinamika dengan PT. Ben Santosa, maka BTH mendapatkan order Layanan Jasa meliputi: pembuatan model kapal wisata bottom glass trimaran. Sedangkan dengan PT. Dumas, BTH mendapatkan order Layanan Jasa meliputi: pengujian tahanan model kapal (Resistance Test), pengujian propulsi model kapal (Propulsion Test), pengujian performa model baling-baling kapal (Open Water Propeller Test) dan pengujian olah gerak model kapal (Seakeeping Test) yang dilakukan di fasilitas Towing Tank dan Manauvering and Ocean Basin (MOB).



Catamaran 6

Januari 2021

Sensasi keindahan sumber daya alam di Pulau Bunaken (Sulawesi Utara) dan Labuan Bajo (NTT) bakal bisa dinikmati para wisatawan mancanegara maupun pelancong local. Mereka akan dapat mengeksplorasi wisata bahari tanpa harus bersusah payah dengan menyelam tetapi cukup dengan menumpang kapal bottom glass. Dengan menyewa kapal wisata khusus tersebut, bagian dasar kapal yang terbuat dari kaca, maka para wisatawan semua usia mulai dari anak-anak sampai lansia yang tidak bisa berenang dan menyelam pun dapat menikmati pesona keindahan alam dasar laut di kedua destinasi wisata tersebut. Mereka tidak perlu berenang menyelam ke dasar laut tetapi cukup dengan menonton di balik kaca kapal. Pada awal November 2020, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan telah memesan pembuatan empat kapal wisata bottom glass yang akan melayani destinasi pariwisata Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur dan Bunaken, Sulawesi Utara. (sumber: Kemenhub). Oleh sebab itu Kemenhub mempercayakan desain kapal wisata bottom glass catamaran kepada PT. Proskuneo Kadarusman, dimana sebagai bagian dari pembangunan kapal baru, maka PT. Proskuneo Kadarusman melakukan pengujian hidrodinamika untuk mengetahui karakteristik Kapal Wisata Bottom Glass Catamaran di Balai Teknologi Hidrodinamika (BTH). Berdasarkan kontrak No.11/BPPT/BTH/HK.03.02/10/2020 antara Balai Teknologi Hidrodinamika dengan PT. Proskuneo Kadarusman , maka BTH mendapatkan order Layanan Jasa meliputi: pengujian tahanan model kapal (Resistance Test), pengujian propulsi model kapal (Propulsion Test), pengujian performa model baling-baling kapal (Open Water Propeller Test) dan pengujian olah gerak model kapal (Seakeeping Test) yang dilakukan di fasilitas Towing Tank dan Manauvering and Ocean Basin (MOB).


BTKP 7

Desember 2020

Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP) Kementerian Perhubungan sedang merencanakan untuk membangun atau memiliki sendiri kapal yang akan digunakan sebagai bagian dari pengujian peralatan-peralatan keselamatan pelayaran. Kapal ini nantinya diharapkan dapat beroperasi dengan baik sesuai karakteristik perairan yang ada di Indonesia. Oleh sebab itu BTKP mempercayakan desain kapal uji kepada PT. Dharma Kreasi Nusantara dimana sebagai bagian dari pembangunan kapal baru, maka PT. Dharma Kreasi Nusantara kembali melakukan pengujian hidrodinamika untuk mengetahui karakteristik Kapal Uji di Balai Teknologi Hidrodinamika (BTH). Berdasarkan kontrak No.12/BPPT/BTH/HK.03.02/10/2020 antara Balai Teknologi Hidrodinamika dengan PT. Dharma Kreasi Nusantara, maka BTH mendapatkan order Layanan Jasa meliputi: pengujian tahanan model kapal (Resistance Test) dan pengujian olah gerak model kapal (Seakeeping Test) yang dilakukan di fasilitas Towing Tank dan Manauvering and Ocean Basin (MOB).


KapalPengawas 1

Desember 2020

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan membangun  dua unit armada Kapal Pengawas Perikanan baru akan memperkuat armada pengawasan di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 571 dan 711. Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Pung Nugroho Saksono, mengatakan pada tahun ini pihaknya akan membangun 2 unit Kapal Pengawas Perikanan tipe C yang memiliki panjang 32 meter untuk memperkuat pengawasan di wilayah kerja Pangkalan PSDKP Batam dan Stasiun PSDKP Belawan. Saat ini KKP telah memiliki total 34 unit Kapal Pengawas Perikanan terdiri dari empat Kapal Pengawas tipe A dengan panjang lebih dari 50 meter, dua unit Kapal Pengawas tipe B dengan panjang 40-50 meter, sepuluh unit Kapal Pengawas tipe C dengan panjang 30-40 meter, dan tiga belas unit tipe D dan lima unit tipe E. (sumber: Liputan 6). Setelah sebelumnya pada tahun 2019, Kementerian KKP mengadakan kontrak Swakelola dengan Balai Teknologi Hidrodinamika (BTH) untuk pengujian Kapal Pengawas Perikanan Klas C yang beritanya dapat dilihat di "Pengujian Hidrodinamika Kapal Pengawas Perikanan Klas C". Maka pada tahun 2020 ini, Kementerian KKP kembali melakukan kontrak dengan skema Swakelola dengan BTH untuk pengujian Kapal Pengawas Perikanan Klas B. Berdasarkan kontrak No.8/BPPT/BTH/HK.03.02/09/2020 antara Balai Teknologi Hidrodinamika dengan Kementerian KKP, maka BTH mendapatkan order Layanan Jasa meliputi: pembuatan model kapal pengawas perikanan klas B, pembuatan model propeller kapal pengawas perikanan klas B, pengujian tahanan model kapal (Resistance Test), pengujian propulsi model kapal (Propulsion Test), pengujian performa model baling-baling kapal (Open Water Propeller Test), pengujian olah gerak model kapal (Seakeeping Test) dan pengujian manuver model kapal yang dilakukan di fasilitas Towing Tank (TT) dan Manauvering and Ocean Basin (MOB).


KPC60 12

November 2020

Setelah berhasil membangun dan meluncurkan Kapal Patroli Cepat 40 m (PC-40) KRI Posepa 870 dan KRI Escolar 871 yang merupakan bagian dari Program TNI AL untuk memenuhi kebutuhan 42 unit KPC-40, maka galangan kapal swasta nasional kembali dipercaya oleh TNI AL untuk dapat memproduksi kapal cepat dengan panjang 60 m atau Kapal Patroli Cepat 60 m (PC-60) (sumber: Caputra News). Sebagai bagian dari pembangunan kapal baru, maka PT. Caputra Mitra Sejati kembali melakukan pengujian hidrodinamika untuk mengetahui karakteristik KPC 60 m di Balai Teknologi Hidrodinamika (BTH). Berdasarkan kontrak No.06/BPPT/BTH/HK.03.02/07/2020 antara Balai Teknologi Hidrodinamika dengan PT. Caputra Mitra Sejati, maka BTH mendapatkan order Layanan Jasa meliputi: pengujian tahanan model kapal (Resistance Test), pengujian olah gerak model kapal (Seakeeping Test) dan pengujian manuver model kapal (Maneuver Test) yang dilakukan di fasilitas Towing Tank dan Maneuvering and Ocean Basin (MOB).


Page 1 of 4

Statistik Pengunjung

Today23
Yesterday147
This week411
This month411
Total173499

Kontak Kami

Balai Teknologi Hidrodinamika

Jl. Hidrodinamika BPPT, Kompleks ITS , Sukolilo

Surabaya 60112, Indonesia

Phone: (+6231) 5947849

WhatsApp: (+6281230842055)

Fax: (+6231) 5948066

Email: sekr-bth@bppt.go.id

© 2021 Designed by Pusat Manajemen Informasi - BPPT