• (031) 5953195
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

KPC60 12

November 2020

Setelah berhasil membangun dan meluncurkan Kapal Patroli Cepat 40 m (PC-40) KRI Posepa 870 dan KRI Escolar 871 yang merupakan bagian dari Program TNI AL untuk memenuhi kebutuhan 42 unit KPC-40, maka galangan kapal swasta nasional kembali dipercaya oleh TNI AL untuk dapat memproduksi kapal cepat dengan panjang 60 m atau Kapal Patroli Cepat 60 m (PC-60) (sumber: Caputra News). Sebagai bagian dari pembangunan kapal baru, maka PT. Caputra Mitra Sejati kembali melakukan pengujian hidrodinamika untuk mengetahui karakteristik KPC 60 m di Balai Teknologi Hidrodinamika (BTH). Berdasarkan kontrak No.06/BPPT/BTH/HK.03.02/07/2020 antara Balai Teknologi Hidrodinamika dengan PT. Caputra Mitra Sejati, maka BTH mendapatkan order Layanan Jasa meliputi: pengujian tahanan model kapal (Resistance Test), pengujian olah gerak model kapal (Seakeeping Test) dan pengujian manuver model kapal (Maneuver Test) yang dilakukan di fasilitas Towing Tank dan Maneuvering and Ocean Basin (MOB).



1300 2

Oktober 2020

Pemerintah Aceh akhirnya menyetujui rencana pengadaan kapal ferry untuk lintasan Simeulue ke Aceh daratan. Dengan hadirnya kapal ferry baru yang akan menghubungkan wilayah kepulauan ini dengan daratan Aceh, Singkil-Aceh Selatan-Meulaboh dan Aceh Jaya, akan memudahkan masyarakat di kawasan pantai Barat Selatan Aceh menggunakan transportasi laut. Kehadiran kapal ini juga dipastikan akan mendongkrak kunjungan wisata di kawasan itu. Aceh memiliki program khusus untuk meningkatkan konektifitas antar kepulauan melalui program Tol Laut sebagaimana yang sudah dicanangkan oleh Presiden Jokowi saat ini sudah berjalan efektif di Aceh. Program ini sangat penting karena Aceh memiliki kawasan laut yang cukup luas mencapai 7,47 juta hektar dengan garis pantai yang cukup panjang sekitar 2699 kilo meter dari 23 kabupaten/kota di Provinsi Aeh, 18 diantaranya berbatasan langsung dengan laut dan memiliki pulau-pulau terdepan. Total ada sekitar 180 gugusan pulau yang ada di seluruh wilayah aceh, 44 diantaranya berpenghuni dan 136 pulau tidak ada penghuninya. Ini menunjukan bahwa Aceh merupakan salah satu adalan sektor kemaritiman di wilayah Indonesia Barat. Untuk mendukung program tersebut Pemerintah Provinsi Aceh membeli tiga buah kapal jenis Ferry Ro-Ro yang dipesan pada 3 galangan yang berbeda. Untuk Kapal Ferry Ro-Ro GT 1300 dibuat oleh PT Multi Ocean Shipyard. Kapal ini merupakan kapal yang digunakan untuk jenis penumpang dan barang. Kapal ini tidak ada kursi penumpang, semua manggunakan tempat tidur untuk lebih meningkatkan kenyamanan para penumpang. (sumber: aceh.tribunnews.com). Untuk mengetahui karakteristik hidrodinamika kapal Ferry Ro-Ro GT 1300, maka PT. Multi Ocean Shiyard melakukan pengujian hidrodinamika di Balai Teknologi Hidrodinamika (BTH). Berdasarkan kontrak No.07/BPPT/BTH/HK.03.02/08/2020 antara Balai Teknologi Hidrodinamika dengan PT. Multi Ocean Shipyard, maka BTH mendapatkan order Layanan Jasa meliputi: pengujian olah gerak kapal (Seakeeping Test) yang dilakukan di fasilitas Manauvering and Ocean Basin (MOB).


Website1

Juni 2020

Dalam rangka mengokohkan ikatan kebangsaan pemerintah Aceh memiliki program khusus untuk meningkatkan konektifitas antar kepulauan melalui program Tol Laut sebagaimana yang sudah dicanangkan oleh Presiden Jokowi saat ini sudah berjalan efektif di Aceh. Program ini sangat penting karena Aceh memiliki kawasan laut yang cukup luas mencapai 7,47 juta hektar dengan garis pantai yang cukup panjang sekitar 2699 kilo meter dari 23 kabupaten/kota di Provinsi Aeh, 18 diantaranya berbatasan langsung dengan laut dan memiliki pulau-pulau terdepan. Total ada sekitar 180 gugusan pulau yang ada di seluruh wilayah aceh, 44 diantaranya berpenghuni dan 136 pulau tidak ada penghuninya. Ini menunjukan bahwa Aceh merupakan salah satu adalan sektor kemaritiman di wilayah Indonesia Barat. Untuk mendukung program tersebut Pemerintah Provinsi Aceh membeli tiga buah kapal jenis Ferry Ro-Ro yang dipesan pada 3 galangan yang berbeda. Untuk Kapal Ferry Ro-Ro GT 1100 dibuat oleh PT Adiluhung Sarana Segara Indonesia. Kapal ini merupakan kapal yang digunakan untuk jenis penumpang dan barang. Kapal ini dapat memuat 252 orang penumpang ditambah 20 ABK. Kapal yang dilengkapi dengan navigasi dan komunikasi teranyar ini juga mampu memuat truk 18 unit kapasitas 8 ton, dan 8 unit sedan (sumber: maritimemedia.com). Untuk mengetahui karakteristik hidrodinamika kapal Ferry Ro-Ro GT 1100, maka PT. Adiluhung Sarana Segara Indonesia melakukan pengujian hidrodinamika di Balai Teknologi Hidrodinamika (BTH). Berdasarkan kontrak No.02/BPPT/BTH/HK.03.02/04/2020 antara Balai Teknologi Hidrodinamika dengan PT. Adiluhung Sarana Segara Indonesia, maka BTH mendapatkan order Layanan Jasa meliputi: pengujian olah gerak kapal (Seakeeping Test) yang dilakukan di fasilitas Manauvering and Ocean Basin (MOB).


F LHI249 Kapal RS Seakeeping Hs5m tp11dt V14knot 135Deg.MTS 2

Januari 2020

Pembangunan Kapal Bantu Rumah Sakit TNI AL dengan nomor pembangunan W000302 memasuki tahapan pemasangan lunas kapal (keel laying). Keel laying tersebut dilakukan di Grand Assembly Divisi Niaga PT PAL Indonesia. Kepala Divisi Corporate Secretary PT PAL Indonesia Rariya Budi mengatakan bahwa tahapan keel laying ini merupakan bagian yang penting dalam proses produksi Kapal Bantu Rumah Sakit ini. "Kapal bantu rumah sakit ini dilengkapi dengan fungsi hingga tindakan medis. Fasilitas medis yang dimiliki setara dengan sebuah rumah sakit hingga julukan sebagai rumah sakit mengapung layak diberikan pada Kapal ini," kata Rariya. Kepala Proyek Kapal Bantu Rumah Sakit W000302, Adenandra Sulistyo juga menjelaskan tentang detail fungsi-fungsi kapal tersebut. "Fungsi asasinya adalah kapal bantu sehingga untuk fungsi rumah sakit itu adalah fitur khusus yang ditambahkan pada platform kapal. Standar yang akan diacu adalah seperti rumah sakit tipe C di darat, yakni rumah sakit yang biasanya didirikan di kabupaten atau kota. (sumber: PT. PAL Indonesia). Untuk mengetahui karakteristik hidrodinamika kapal Bantu Rumah Sakit (BRS), maka PT. PAL Indonesia melakukan pengujian hidrodinamika di Balai Teknologi Hidrodinamika (BTH). Berdasarkan kontrak No 13/BPPT/BTH/HK.03.02/11/2019 antara Balai Teknologi Hidrodinamika dengan PT. PAL Indonesia, maka BTH mendapatkan order Layanan Jasa meliputi: pengujian olah gerak kapal (Seakeeping Test) yang dilakukan di fasilitas Manaeuver Ocean Basin (MOB).


F LHI248 LCT700dwtm Rest Sarat254m V 7 Knots 8

Desember 2019

Landing Craft - Tank ( LCT) adalah sebuah kapal pendarat serang untuk mendaratkan tank di tepi-tepi pantai. Kapal ini mulai muncul pada saat Perang Dunia II dan digunakan oleh Angkatan Laut Inggris dan Amerika Serikat pada saat itu. AL Amerika Serikat kemudian menggunakannya untuk tujuan-tujuan lainnya selama Perang Korea dan Perang Vietnam. Selama Perang Dunia II, kapal-kapal ini biasanya dikenal dengan singkatan namanya LCT. LCT diproduksi dalam beberapa konfigurasi. Dua tipe kepunyaan Amerika Serikat adalah Mark V dan Mark VI. LCT tipe Mk V hanya memiliki pintu pendarat di bagian haluan kapal, sementara tipe Mk VI memiliki pintu pendarat di haluan dan buritan kapal. Ukuran mereka jauh lebih kecil dari Landing Ship - Tank ( atau LST) , jenis kapal pendarat tank serbu yang mampu mengangkut dan meluncurkan LCT. Dengan tetap memakai nama LCT, banyak kapal-kapal ini beroperasi di perairan Indonesia sebagai kapal-kapal komersial mengangkut berbagai muatan ( misalnya alat-alat berat dan barang-barang konstruksi) ke berbagai penjuru Indonesia, terutama ke daerah pertambangan yang berada di pulau atau pantai terpencil.

Untuk mengetahui karakteristik hidrodinamika kapal LCT, maka PT. Dharma Kreasi Nusantara melakukan pengujian hidrodinamika di Balai Teknologi Hidrodinamika (BTH). Berdasarkan kontrak No 12/BPPT/BTH/HK.03.02/11/2019 antara Balai Teknologi Hidrodinamika dengan PT. Dharma Kreasi Nusantara , maka BTH mendapatkan order Layanan Jasa meliputi: pengujian tahanan (Resistance Test) dan pengujian olah gerak kapal (Seakeeping Test) yang dilakukan di fasilitas Manaeuver Ocean Basin (MOB).


Page 1 of 3

Statistik Pengunjung

Today123
Yesterday136
This week525
This month3105
Total162183

Kontak Kami

Balai Teknologi Hidrodinamika

Jl. Hidrodinamika BPPT, Kompleks ITS , Sukolilo

Surabaya 60112, Indonesia

Phone: (+6231) 5947849

WhatsApp: (+6281230842055)

Fax: (+6231) 5948066

Email: sekr-bth@bppt.go.id

© 2020 Designed by Pusat Manajemen Informasi - BPPT