• (031) 5953195
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Pengujian Hidrodinamika Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS)

F LHI249 Kapal RS Seakeeping Hs5m tp11dt V14knot 135Deg.MTS 2

Januari 2020

Pembangunan Kapal Bantu Rumah Sakit TNI AL dengan nomor pembangunan W000302 memasuki tahapan pemasangan lunas kapal (keel laying). Keel laying tersebut dilakukan di Grand Assembly Divisi Niaga PT PAL Indonesia. Kepala Divisi Corporate Secretary PT PAL Indonesia Rariya Budi mengatakan bahwa tahapan keel laying ini merupakan bagian yang penting dalam proses produksi Kapal Bantu Rumah Sakit ini. "Kapal bantu rumah sakit ini dilengkapi dengan fungsi hingga tindakan medis. Fasilitas medis yang dimiliki setara dengan sebuah rumah sakit hingga julukan sebagai rumah sakit mengapung layak diberikan pada Kapal ini," kata Rariya. Kepala Proyek Kapal Bantu Rumah Sakit W000302, Adenandra Sulistyo juga menjelaskan tentang detail fungsi-fungsi kapal tersebut. "Fungsi asasinya adalah kapal bantu sehingga untuk fungsi rumah sakit itu adalah fitur khusus yang ditambahkan pada platform kapal. Standar yang akan diacu adalah seperti rumah sakit tipe C di darat, yakni rumah sakit yang biasanya didirikan di kabupaten atau kota. (sumber: PT. PAL Indonesia). Untuk mengetahui karakteristik hidrodinamika kapal Bantu Rumah Sakit (BRS), maka PT. PAL Indonesia melakukan pengujian hidrodinamika di Balai Teknologi Hidrodinamika (BTH). Berdasarkan kontrak No 13/BPPT/BTH/HK.03.02/11/2019 antara Balai Teknologi Hidrodinamika dengan PT. PAL Indonesia, maka BTH mendapatkan order Layanan Jasa meliputi: pengujian olah gerak kapal (Seakeeping Test) yang dilakukan di fasilitas Manaeuver Ocean Basin (MOB).

Model kapal LHI-0249 dibuat dari material kayu dengan dilapisi laminasi fiberglass, supaya air tidak masuk kedalam model kapal. Pembuatan model kapal LCT dilakukan di fasilitas SMWS selama lebih kurang 1 bulan. Mulai dari penggambaran gambar kerja di bagian drawing sampai dengan finishing pengecetan di SMWS. Pengerjaan bangunan atas (superstructure) juga dilakukan di fasilitas SMWS. Beberapa foto menunjukkan proses pembuatan model kapal BRS antara lain pembuatan bangunan atas.

IMG 6677

IMG 6677

Sebelum dilakukan pengujian seakeeping, model kapal terlebih dahulu diletakkan pada Meja Ayun untuk mencari jari-jari girasi dan frekuensi natural dari model kapal frekuensi natural kapal pada kondisi kering. Pada saat tahap persiapan pengujian model kapal ini semua peralatan yang akan digunakan untuk melakukan pengujian seakeeping (motor penggerak, sensor motion tracker, dll) dimasukkan kedalam model kapal untuk ditimbang agar diketahui berapa kebutuhan tambahan ballast agar model kapal memiliki displacement yang sama dengan displacement kapal full scale.

IMG 7194

IMG 7207

Setelah proses penimbangan dan pencarian jari-jari girasi di meja ayun selesai dilakukan, maka proses selanjutnya adalah pengujian olah gerak model kapal (seakeeeping) yang dilakukan dilakukan pada kondisi 2 arah gelombang yaitu arah 180 derajat (head sea) dan arah 135 derajat dengan tipe gelombang (spectrum gelombang) sesuai dengan permintaan dari klien.

F LHI249 Kapal RS Seakeeping Hs5m tp11dt V14knot 135Deg.MTS 2

F LHI249 Kapal RS Seakeeping Hs5m tp11dt V14knot 135Deg.MTS 3

 

F LHI249 Kapal RS Seakeeping Hs5m tp11dt V14knot 135Deg.MTS 5

F LHI249 Kapal RS Seakeeping Hs5m tp11dt V14knot 135Deg.MTS 9


Statistik Pengunjung

Today71
Yesterday102
This week639
This month474
Total132147

Kontak Kami

Balai Teknologi Hidrodinamika

Jl. Hidrodinamika BPPT, Kompleks ITS , Sukolilo

Surabaya 60112, Indonesia

Phone: (+6231) 5947849

Fax: (+6231) 5948066

Email: sekr-bth@bppt.go.id

© 2020 Designed by Pusat Manajemen Informasi - BPPT