• (031) 5953195
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Pengujian Hidrodinamika Kapal Wisata Bottom Glass Catamaran

Catamaran 6

Januari 2021

Sensasi keindahan sumber daya alam di Pulau Bunaken (Sulawesi Utara) dan Labuan Bajo (NTT) bakal bisa dinikmati para wisatawan mancanegara maupun pelancong local. Mereka akan dapat mengeksplorasi wisata bahari tanpa harus bersusah payah dengan menyelam tetapi cukup dengan menumpang kapal bottom glass. Dengan menyewa kapal wisata khusus tersebut, bagian dasar kapal yang terbuat dari kaca, maka para wisatawan semua usia mulai dari anak-anak sampai lansia yang tidak bisa berenang dan menyelam pun dapat menikmati pesona keindahan alam dasar laut di kedua destinasi wisata tersebut. Mereka tidak perlu berenang menyelam ke dasar laut tetapi cukup dengan menonton di balik kaca kapal. Pada awal November 2020, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan telah memesan pembuatan empat kapal wisata bottom glass yang akan melayani destinasi pariwisata Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur dan Bunaken, Sulawesi Utara. (sumber: Kemenhub). Oleh sebab itu Kemenhub mempercayakan desain kapal wisata bottom glass catamaran kepada PT. Proskuneo Kadarusman, dimana sebagai bagian dari pembangunan kapal baru, maka PT. Proskuneo Kadarusman melakukan pengujian hidrodinamika untuk mengetahui karakteristik Kapal Wisata Bottom Glass Catamaran di Balai Teknologi Hidrodinamika (BTH). Berdasarkan kontrak No.11/BPPT/BTH/HK.03.02/10/2020 antara Balai Teknologi Hidrodinamika dengan PT. Proskuneo Kadarusman , maka BTH mendapatkan order Layanan Jasa meliputi: pengujian tahanan model kapal (Resistance Test), pengujian propulsi model kapal (Propulsion Test), pengujian performa model baling-baling kapal (Open Water Propeller Test) dan pengujian olah gerak model kapal (Seakeeping Test) yang dilakukan di fasilitas Towing Tank dan Manauvering and Ocean Basin (MOB).

Model kapal LHI-0261 dibuat dari material kayu untuk bagian frame dan material multiplek untuk bagian kulit sehingga membentuk bagian lambung dari kapal. Setelah bagian lambung terbentuk dan sesuai dengan gambar kerja, maka dilakukan proses laminasi dengan material fiberglass, agar pada saat digunakan pengujian, air tidak masuk kedalam model kapal. Pembuatan model Kapal Wisata Bottom Glass Catamaran dilakukan di fasilitas SMWS selama lebih kurang 1 bulan. Mulai dari penggambaran gambar kerja di bagian drawing sampai dengan finishing pengecetan di SMWS. Pengerjaan bangunan atas (superstructure) juga dilakukan di fasilitas SMWS. Untuk proses pengecekan dimensi gambar dan dimensi model (proses QA/QC) dilakukan secara paralel dengan pembuatan gambar dan pembuatan model. Untuk proses QA/QC dilakukan oleh Tim QA/QC Internal BTH. Beberapa foto menunjukkan proses lambung dan bangunan atas model Kapal Wisata Bottom Glass Catamaran.

Catamaran 1

Catamaran 2

 

Sebelum dilakukan pengujian di Towing Tank untuk Resistance Test dilakukan leveling draft agar model kapal tidak mengalamai trim depan maupun trim belakang dengan penyesuaian peletakan ballast. Kapal Wisata Bottom Glass Catamaran diuji dengan 2 variasi level draft. Pada pengujian Resistance Test, bangunan atas (Superstructure) tidak dipasang pada model kapal, tetapi displacement model uji harus sama dengan displacement kapal asli yang di-skala-kan. Untuk pengujian Propulsion test dilakukan pada kondisi sarat yang sama dengan pengujian resistence, dimana sarat yang diukur adalah sarat penuh (full load) dan sarat setengah (half load). Sedangkan untuk pengujian performa model baling-baling (open water test) dilakukan pada RPM yang didesain oleh desainer propeller, untuk kemudian nantinya data yang didapatkan berupa data thrust dan torque dari propeller tersebut. Beberapa foto menunjukkan pengujian yang dilakukan di fasilitas Towing Tank.

Catamaran 3

Catamaran 4

 

Catamaran 5

Catamaran 7

 

Sebelum dilakukan pengujian seakeeping, sesuai dengan SOP pengujian seakeeping semua peralatan yang akan digunakan untuk melakukan pengujian seakeeping (motor penggerak, sensor motion tracker, dll) dimasukkan kedalam model kapal untuk ditimbang agar diketahui berapa kebutuhan tambahan ballast agar model kapal memiliki displacement yang sama dengan displacement kapal full scale. Setelah berat model kapal (displacement) sesuai dengan displacement kapal asli yang di-skala-kan, maka proses pencarian jari-jari girasi di meja ayun dapat dilakukan. Jari-jari model kapal dicari untuk mendapatkan nilai koefisien-koefisien yang diperlukan untuk meng-analisa olah gerak model kapal nilai momen xyz dan inersia xyz. Setelah nilai-nilai tersebut didapatkan dari percobaan di meja ayun.

Setelah proses penentuan jari-jari girasi pada meja ayun selesai, maka proses pengujian untuk olah gerak model kapal (Seakeeping Test) dapat dilaksanakan. Untuk pengujian olah gerak model kapal (Seakeeeping Test) dilakukan pada 2 kondisi arah gelombang yaitu arah 180 derajat (head sea) dan arah 135 derajat dengan tipe gelombang (spectrum gelombang) sesuai dengan permintaan dari klien. Beberapa foto menunjukkan pengujian di fasilitas Manauver and Ocean Basin (MOB). (PPID/PPT2021)

Catamaran 6

Catamaran 8

 

Catamaran 9

Catamaran 10

 


Statistik Pengunjung

Today24
Yesterday147
This week412
This month412
Total173500

Kontak Kami

Balai Teknologi Hidrodinamika

Jl. Hidrodinamika BPPT, Kompleks ITS , Sukolilo

Surabaya 60112, Indonesia

Phone: (+6231) 5947849

WhatsApp: (+6281230842055)

Fax: (+6231) 5948066

Email: sekr-bth@bppt.go.id

© 2021 Designed by Pusat Manajemen Informasi - BPPT