• (031) 5953195
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Selamat Jalan Founding Father Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Selamat jalan bapak teknologi indonesiaEtiquette Tips

 

Kamis, 12 September 2019

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza, yang turut hadir dalam prosesi pemakaman menuturkan rasa duka yang mendalam, menerpa seluruh warga BPPT.

Meski begitu Hammam meyakini, semangat dan cita besar Prof. Habibie, melekat di hati seluruh insan BPPT. Karena menurutnya, Ruh BPPT itu adalah Habibie, yang mencita-citakan Indonesia menjadi negara maju melalui industrialisasi, melalui transformasi industri. Oleh karenanya Habibie diberi kepercayaan untuk membangun ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi / Kepala BPPT.

“Dengan mengemban tugas tersebut, berarti Habibie lah yang menjadi ruh BPPT. Ruh atau spirit inilah yang akan selalu dibawa oleh generasi penerusnya. Membangun Indonesia melalui penguasaan danpendayagunaan IPTEK,” terang Hammam.

Dirinya juga masih mengingat apa yang dilakukan Prof. Habibie, pada saat pertama kali membangun BPPT. Fokus pembangunan diarahkan dalam pembangunan manusia (SDM), bukan pada sarana dan prasarana.

bpptuntukhabibe

“Siapa yang akan melaksanakan transformasi industri? Jawabannya adalah SDM-nya. Maka Habibie mencari jutaan puta-putri terbaik bangsa di seluruh Indonesia untuk ikut bersamanya dalam menggapai cita-citanya tersebut,” jelas Kepala BPPT.

Lebih lanjut, Hammam mengutarakan Prof. Habibie mengambil lulusan terbaik dari SMA dan perguruan tinggi untuk ditingkatkan kompetensinya hingga jenjang Doktor. Tidak tanggung-tanggung semuanya disekolahkan di luar negeri, karena Habibie menginginkan SDM Indonesia tidak kalah bersaing dengan asing.

“Sekarang kita bisa lihat, mayoritas pembangunan di Indonesia ini merupakan hasil karya dari putra-putri terbaik Indonesia yang merupakan binaan Habibie dalam memajukan SDM, termasuk saya. Jadi saya juga merasa sangat kehilangan ketika pertama kali mendengar kabar ini,” ujar Kepala BPPT.

Hammam  juga menegaskan legacy Habibie, yakni melahirkan 9 (sembilan) Wahana Transformasi Industri di Indonesia, yang paling utama adalah, produksi pesawat terbang.

“Karena Habibie adalah insinyur penerbangan dan melihat Indonesia sebagai negara kepulauan, jadi yang dikejar adalah menghasilkan pesawat terbang asli produk Indonesia, dibuat oleh orang Indonesia, diproduksi di Indonesia, dan digunakan di Indonesia,” urainya.

Dilanjutkan Hammam, cara kerja Prof. Habibie yakni dengan filosofi Berawal di Akhir, dan Berakhir di Awal. Artinya dengan produk yang telah ada, lalu dilakukan reverse engineering, dan cari lisensinya. Maka kerjasama pertama Indonesia dalam membuat pesawat adalah dengan CASA, industri manufaktur pesawat asal Spanyol.

“Dari kerjasama tersebut, kita bisa menghasilkan dua model pesawat yakni, CN 212, CN 235, dan sekarang CN 295. Yang membanggakan dari kerjasama ini, kita sudah mampu membuat N 250, dimana huruf C nya sudah hilang. Ini berarti semuanya sudah produksi dalam negeri, hasil dari reverse engineering. Semua itu upaya agar kita bisa mengejar ketertinggalan teknologi,” ungkapnya.

Kepala BPPT menganggap apa yang dilakukan oleh Prof. Habibie itu merupakan hal yang wajar dilakukan, apalagi produk yang sudah ada itu teknologinya sudah proven dan digunakan oleh banyak negara.

Hammam mencontohkan bagaimana Tiongkok bisa sampai memproduksi kereta cepat, seperti yang akan digunakan di koridor Jakarta – Bandung. Pertama kali yang mereka lakukan adalah membeli kereta cepat dari Jerman, mereka oprek (reverse engineering -red) sendiri, hingga akhirnya bisa mandiri dalam produksi, walau masih ada beberapa komponen yang impor dari Jerman.

“Tiongkok sendiri telah mampu membuktikan dampak positif dari reverse engineering. Mereka secara bertahap mampu mengejar ketertinggalan teknologi dalam produksi kereta cepat,” tegas Hammam. Hammam menilai legacy dari Prof. Habibie itu tidak bisa dipadamkan, karena berupa  keberhasilan. Legacy itu adalah Prof. Habibie sebagai pahlawan teknologi di Indonesia.


Statistik Pengunjung

Today2
Yesterday107
This week559
This month2232
Total118861

Kontak Kami

Balai Teknologi Hidrodinamika

Jl. Hidrodinamika BPPT, Kompleks ITS , Sukolilo

Surabaya 60112, Indonesia

Phone: (+6231) 5947849

Fax: (+6231) 5948066

Email: sekr-bth@bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi - BPPT