• (031) 5953195
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Sejarah Balai Teknologi Hidrodinamika

1978-1982

Sejarah pendirian Laboratorium Hidrodinamika Indonesia (LHI) tidak lepas dari peran Menteri Negara Riset dan Teknologi (Meneg Ristek) Republik Indonesia, Prof Dr. Ing. B.J. Habibie yang merupakan strategi untuk penguasaan teknologi terutama teknologi kemaritiman. Menurut Presidan Pertama Indonesia Ir. Soekarno berpesan kepada B.J. Habibie, bahwa teknologi dirgantara dan kemaritiman harus dikuasai anak bangsa Indonesia, karena Indonesia merupakan negara kepulauan yang dipisahkan oleh lautan, sehingga bila Indonesia menguasai teknologi tersebut maka akan meningkatkan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.

1978-1982

1982-1985

Mulai tahun ini direncanakan dan dirancang suatu laboratorium pengujian hidrodinamika yang akan dibangun di Indonesia. Pada awalnya laboratorium hidrodinamika ini akan dibangun di Kompleks Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) di Serpong, Tangerang Selatan.
Pada tahun 1988 PT. PAL di Surabaya mendapatkan Program Paket J dimana program ini adalah untuk meningkatkan kapasitas galangan PT. PAL. Salah satu persyaratan dari Program Paket J adalah memiliki laboratorium pengujian hidrodinamika, kesempatan ini digunakan untuk membangun laboratorium hidrodinamika di Surabaya. Alasan pembangunan laboratorium hidrodinamika di Surabaya dikarenakan Surabaya merupakan kota maritim ditandai dengan adanya perusahaan pembuatan kapal terbesar di Indonesia yaitu PT.PAL, kampus terkemuka yang memiliki jurusan perkapalan yaitu Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), sehingga akan sangat melengkapi bila di Surabaya juga dibangun Laboratorium Hidrodinamika.

1982-1985

1985-1995

Pada tahun ini dimulai proyek pembangunan Laboratorium Hidrodinamika Indonesia (LHI) yang berlokasi di Kompleks ITS. Pemilihan lokasi di Kompleks ITS adalah untuk mendekatkan dengan lingkungan akademisi dan juga untuk mempermudah kerjasama antara lembaga riset dengan perguruan tinggi.
Untuk sumber daya manusia yang nantinya akan mengelola dan mengoperasikan laboratorium hidrodinamika maka mulai dilaksanakan program training personil di MARIN Belanda selama lebih kurang 1 tahun. Personil ini yang disebut sebagai "Key Person" laboratorium hidrodinamika berjumlah 16 orang, dimana personil "Key Person" tersebut terdiri dari berbagai backgroud akademik antara lain teknik perkapalan, teknik kelautan, teknik elektro, teknik mesin dan teknik kontrol dan otomasi. Tujuan dari training ini adalah agar nantinya para personil yang ditraining mampu mengoperasikan fasilitas di laboratorium hidrodinamika.

1985-1995

1995-1998

Pada tanggal 20 Juli 1995 Laboratorium Hidrodinamika Indonesia (LHI) diresmikan oleh Presiden Soeharto dan menjadi Laboratorium milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPP. Teknologi).
Pada tahun awal berdirinya LHI medapatkan berbagai macam pengujian baik dari dalam negeri dan luar negeri. Dari dalam negeri pelanggan pertama yang melakukan pengujian di LHI adalah PT. PAL dengan kapal PALWO BUWONO-nya. LHI juga pernah menguji bangunan lepas pantai dari perusahaan Oil & Gas semacam Conoco Philips dan EMP Kangean.

1995-1998

1998

Pada tanggal 31 Juli 1998, Laboratorium Hidrodinamika Indonesia (LHI) bersama dengan beberapa Laboratorium lain milik BPPT berubah menjadi Satuan Kerja (satker) setingkat Eselon III (Balai) dengan nama Unit Pelaksana Teknis Balai Pengkajian dan Penelitian Hidrodinamika (UPT BPPH) berdasarkan SK. Menristek/Ka. BPPT tahun 1998.

1998

2013

Untuk kompetensi Unit kerja, pada tahun 2013, UPT BPPH berhasil mendapatkan Akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) untuk ISO 17025:2008 sebagai Laboratorium Pengujian (LP-778) dengan ruang lingkup Pengujian Tahanan Model Kapal (Resistance Test) dan Pengujian Olah Gerak Model Kapal (Seakeeping Test).

2013

2015

Sesuai dengan keputusan Kepala BPPT No 23 Tahun 2015, maka UPT Balai Pengkajian dan Penelitian Hidrodinamika (UPT BPPH) mengalami re-organisasi menjadi Balai Teknologi Hidrodinamika. Dengan adanya re-organisasi ini diharapkan BTH sebagai unit kerja setingkat Eselon III dapat lebih aktif dalam memberikan pelayanan jasa teknologi kepada para pelanggan layanan jasa hidrodinamika.

 

2015

2017

Pada tahun 2017 BTH mendapatkan anggaran Revitalisasi Laboratorium dari Pemerintah, dimana anggaran ini digunakan untuk me-revitalisasi perlatan Wave Generator fasilitas Manauvering Ocean basin dari yang sebelumnya menggunakan penggerak hidrolis menjadi penggerak motor eletrik. Selain itu BTH juga melengkapi fasilitas laboratorium dengan peralatan CNC 5-axis untuk pembuatan model propeller, diharapkan dengan peralatan ini maka proses pembuatan propeller dapat menjadi lebih cepat.
 
Pada tahun ini juga BTH mendapatkan penghargaan sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) dari Kemenristekdikti pada kategori PUI Hidrodinamika Bangunan Apung. Penghargaan ini diterima BTH setelah dilakukan pembinaan selama 3 tahun mulai tahun 2015 oleh Kemenristekdikti. Penghargaan diterima langsung oleh Ka. BTH Dr. Taufiq Arif Setyanto, ST., M.Eng.

2017

2018

Pada tahun 2018 BTH mendapatkan Re-Akreditasi dari KAN untuk ISO 17025:2017 sebagai Laboratorium Pengujian (LP-778) dengan ruang lingkup Pengujian Tahanan Model Kapal (Resistance Test).

Pada tahun ini BTH mengalami pergantian Kepala BTH dari Dr. Taufiq Arif Setyanto, ST., M.Eng ke Ir. Muryadin, M.Sc pada bulan April. Pergantian ini dikarenakan Kepala BTH sebelumnya diangkat menjadi Direktur pada Pusat Teknologi Rekayasa Industri Maritim (PTRIM) BPPT.

2018

Statistik Pengunjung

Today3
Yesterday107
This week560
This month2233
Total118862

Kontak Kami

Balai Teknologi Hidrodinamika

Jl. Hidrodinamika BPPT, Kompleks ITS , Sukolilo

Surabaya 60112, Indonesia

Phone: (+6231) 5947849

Fax: (+6231) 5948066

Email: sekr-bth@bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi - BPPT